Rabu, 17 Oktober 2018

PUISI "SENDU"

SENDU

By : Navylibrary


Bayangmu tak lepas dari lamunku
Suaramu selalu hadir di telingaku
Bak permen karet yang selalu melekat
Hadirmu adalah ironi dalam hidupku

Tersirat kelam di zaman tua
Membawa luka yang lama ku kubur
Sakit batinku tertusuk dalam
Sesak dadaku menahan amarah

Cukup sudah kucicipi tangis
Kering sudah air mata sayuku
Kini tinggal lautan kelam
Tak akan surut ditelan zaman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUISI "Cahaya Senja"

Cahaya Senja By: navylibrary Di ufuk barat saat itu... Lembut belaian mentari membelai pepohonan Cahayanya menari-nari gemulai M...